UNP dan IMA Padang Gelar Job Fair

Foto Utama, Foto bersama Panitia pelaksana Job Fair 2017 dengan Rektor UNP dan Presiden IMA Chapter Padang
Presiden IMA Chapter Padang, Darmawi saat di Acara Pembukaan JOB Fair 2017 di UNP
Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D, Rektor UNP

Padang, Rakyat Sumbar — Universitas Negeri Padang (UNP) berkerjsama dengan IMA (Indonesia Marketing Association) menggelar Job Fair di Gelanggang Olahraga UNP, Rabu (13/9). Selain itu juga dilaksanakan pembekalan berupa Sharing Session kepada calon pencari kerja.
Pada Job Fair itu diikuti oleh perusahaan-perusahaan yakni,  Citilink, Grand Zuri Hotel, Sun Life Financial, PT Mitra Sumber Daya , Teras Group, Blue Bird, JNE, Telkom Indonesia, Amaris Hotel, PT Honda Gajah Motor, ASB, Bank Muamalat, Kubotas Sumbar, BCA, Auto 2000, Garuda Indonesia, Astra Isuzu, Bank Nagari, Classy FM, Bank Mandiri, Daihatsu Padang, PT Elang Perkasa, Padang TV, Rakyat Sumbar, Padang Ekspres.
Penangung Jawab Job Fair,  Imam Hendrawan mengatakan kegiatan tersebut merupakan kepedulian IMA Padang terhadap lapangan pekerjaan di Sumbar. Selain itu juga diberikan alternatif kepada lulusan perguruan tinggi agar mau berwiraswasta atau enterprenuership.
“Perusahan yang ambil bagian pada job fair ini ada 32 perusahan, disamping itu ada sponsor-sponsor yang kebetulan memang tidak mencari tenaga kerja, tetapi mau mensponsori acara ini.
Masing perusahan punya cara berbeda dalam proses rekrutmen,” ujar Imam, yang juga GM PT Jasaraharja.
Dilanjukan Imam Hendrawan semua itu dilakukan IMA dalam rangka kepedulian terhadap masyarakat Sumbar karena visi dari IMA adalah mengangkat Sumbar ke jenjang internasional, bagaimana supaya Sumbar dikenal dikenal masyarakat luas.
“Kita adalah orang-orang marketing bagaiman memarketingkan Sumbar ke dunia Internasional. Makanya ada sesi bagaimana melamar pekerjaan memulai berwirausaha,” kata Imam, yang juga Sekjen IMA.
Menurut Imam, potensi mahasiswa  lulusan PTN di Sumbar sangat luar biasa, baik dari sisi intelektual, maupun kemampuan akademis,
mereka punya kemampuan yang lebih. Tetapi yang perlu diarahkan bagaimana mereka mempersiapkan diri dalam dunia perkerjaan.
“Itu yang sering menjadi kendala karena terus terang harus kita akui bahwa lulusan PTN belum tentu langsung bisa menyesuaikan diri di dunia pekerjaan, inilah yang akan kita jembatani bagaimana kita mengadakan sharing session , bagaimana sih mempersiapkan diri memasuki dunia kerja , bagaimana cara melamar, bagaimana berpenampilan ketika wawancara, bagaimana perilaku ketika menghadapi wawancara dan sebagainya,” paparnya.
Masih kata Imam, di bangku perguruan tinggi belum sepenuhnya disentuh hal hal seperti itu, kita sebagai praktisi ingin langsung berbagi disini untuk bisa berbagai kepada mereka agar merka siap menghadapi dunia kerja dan enterprenuer.
“Pelaksanaan cuma satu hari, kmi membuka database seluas luasnya karena setiap tahun dari 115 anggota IMA membuka lowongan kerja. Artinya ketika database dibuka tentu kami akan prioritaskan  yang terjaring hari ini,” ungkapnya.
Imam bepesan kepada calon pencari kerja kemampuan akademis saja tidak cukup untuk memasuki dunia kerja, semua itu harus diimbangi dengan nilai plus sosial skill, kemampuan individu.
“Bagaimana mereka mengembangkan hobi supaya bisa menghasilkan bagi perusahaan, sekarang tidak cukup pintar saja, tapi harus punya nilai lebih, karena ketika memasuki kerja hal itu akan dialami nanti,” ucap Imam.
Ditekankan Imam, kegiatan selama jadi mahasiswa akan menjadi penunjang ketika kita memasuki dunia kerja. Orang yang tidak punya aktivitas, hanya kuliah saja tidak punya kegiatan diluar kegiatan belajar mengajar bisa saya yakinkan ketika memasuki dunia kerja dia akan stag sampai disitu karena dia terlalu kaku dengan dunia akademisnya, tetapi tidak punya pengalaman organisasi.
Rektor UNP,  Prof. Ganefri, mengatakan acara yang digagas oleh Unit Pelaksana Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPTPKK) UNP, sudah digagas sejak 2016. Namun baru telaksana tahun ini. “Ini merupakan program kerja universitas khususnya UPTPKK, kita usahakan tahun depan juga telaksana,” kata Ganefri.
Disampaikan Ganefri, latar belakang Job Fair adalah masih banyaknya wisudawan yang lulus kuliah belum mendapat pekerjaan. Dengan adanya job fair bisa mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Selain itu job fair juga bentuk pelayanan dari universitas untuk wisudawan dan harus dimanfaatkan dengan baik.
“Terima kasih kepada IMA yang telah bekerjasama dengan UNP sehingga acara ini bisa terlaksana, semoga kerjasama ini bisa berlanjut kedepannya. Juga untuk semua sponsor, terima kasih banyak partisipasinya,” ujar Ganefri.
Job Fair itu merupakan salah satu program IMA Goes to Campus, dan Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPTPKK) UNP dengan Media Patner Padek Grup, Classy FM, dan Powered by HIPMI PT, UPKK, Ganto, dan UKFF. (byr)
By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.