Karyawan Basko Tolak Eksekusi Lanjutan

Padang, Rakyat Sumbar — Puluhan karyawan Basko menolak eksekusi lanjutan lahan Basko, Senin (22/1). Penolakan ini terkait harkat hidup orang banyak karena apabila eksekusi tetap dilanjutan akan berdampak kepada perekonomian masyarakat.

Pantauan di lapangan, sejumlah spanduk-spanduk penolakan di pasanag di tiap-tiap sudut lokasi. Sedangkan beberapa material yang hancur pada eksekusi sebelumnya masih terlihat. Pagar besi juga sudah dipasang oleh PT KAI.

Sedangkan di dalam Basko Mall tidak ada aktifitas. Eskalator yang ada di sana tidak dijalankan. Sejumlah stand-stand tutup, kalaupun ada yang buka pekerja hanya membersihkan barang-barangnya.

Sebuah alat berat yang berada di lokasi sekitar pukul 10.30 terlihat keluar menjauh meninggalkan lokasi. Aksi itu disertai dengan tepuk tanggan sejumlah karyawan Basko.

Dedi Anto, yang mengaku sebagai karyawan Basko, mengatakan ia dan yang lainnya menolak eksekusi tersebut dilanjutkan. Apabila eksekusi tetap dijalankan akan banyak karyawan yang terancam menjadi pengangguran

“Kami dari Pihak Basko menolak keras jangan dieksekusi, dampaknya  anak dan isteri, pengaruhnya ekononi, dan akan ada PHK, terancam akan ada pegangguran,” kata Dedi.

Tidak hanya karyawan Basko saja, sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Sumbar juga menyampaikan aspirasinya di lokasi eksekusi. Mereka meminta eksekusi itu dihentikan.

Ia menyebutkan, dengan aspirasi yang disampaikannya, sekaligus berharap eksekusi dibatalkan dan ini bisa menjadi bahan pertimbangan Pemprov Sumbar dan Gubernur Sumbar juga ikut campur dalam hal ini mencarikan solusinya.

“Kami menuntut pengadilan negeri membatalkan eksekusi ini. Sebagai mahasiswa bukan berpihak kepada Basko atau PT KAI,  tapi kami melihat nasib karyawan ini, bagaimana tanggungan apabila dieksekusi akan jadi pengangguran, sedangkan Pemprov Sumbar belum siap menyediakan lapangan pekerjaan,” kata Fadli Jamal, perwakilan aliansi tersebut.

Sementara itu, Izra, Asisten Manajer KFC, yang menyewa tempat di Basko Mall, mengatakan dampak eksekusi ini membuat KFC tutup, sehingga merugi puluhan juta. Pihaknya juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke KFC pusat.

“Kalau hari biasa transaksi mencapai 20-22 juta, kalau akhir pekan 30-35 juta. Sejak Basko dieksekusi rugi sekitar Rp70 juta. Sedangkan karyawan tetap datang, ada yang diperbantukan di store lain,  beluma ada yang di PHK,” kata Izra.

Ia menyebutkn, pihaknya sebenanrnya memahami kondisi ini dan dijanjikan oleh manajemen Basko buka kembali pada 24 Januari 2018. “Kalau tidak juga kita akan minta pertanggung jawaban  dari manajemen Basko, dan kejadian ini sudah dilaporkan ke KFC pusat,” katanya.

Berita sebelumnya, Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, mengeksekusi lahan Basko, di Jalan Prof Hamka, Air Tawar, Kamis(18/1). Dampaknya, sebagian bangunan yang berdiri di lahan itu dihancurkan menggunakan dua alat berat.

Eksekusi yang sempat tertunda ini  dilakukan terkait perkara perdata  antara pihak Basko dengan PT KAI Sumbar. Dalam perkara itu dimenangkan oleh PT KAI Sumbar dengan dasar putusan  pengadilan terakhir.

Putusan itu dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) RI di tingkat kasasi Nomor 604/K/Pdt/2014 tertanggal 12 November 2014. Basko juga pernah mengajukan Peninjauan Kembali (PK), namun ditolak oleh MA pada 20 September 2017.

Pemilik lahan yang sedang berperkara, Basrizal Koto, mengatakan pihaknya sudah melakukan mediasi dengan pihak PT KAI, PN Padang dan Polresta Padang. Pertimbangan ini harkat hidup orang banyak yang berkerja tidak dilakukan eksekusi lagi.

“Saya orang yang tereksekusi, keputusan MA harus menyerahkan tanah kosong seluas 2161 meter, tadi saya sudah serahkan, apa keputusan MA saya patuh. Hasil ukuran BPN jumlahnya melebihi yang digugat, tapi dengan catatan karena saya pihak ketiga lagi melakukan perlawanan di PN, apabila saya menang tanah tersebut dikembalikan, dan PT KAI harus mengganti rugi kerusakan yang saya alami,” kata Basko.

Terpisah, Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan karena ada mediasi antara pihak terkait, eksekusi lanjutan lahan Basko ditunda kemarin dan dilanjutkan hari ini. “Terhadap upaya hukum yang dilakukan Basko jalan terus, tidak menghambat eksekusi. Apabila pihak Basko nantinya menang, pihak PT KAI akan menggantinya,” ujar Chairul Aziz.  (byr)

Poto1-2; Spanduk penolakan eksekusi lanjutan lahan Basko terpasang diantara bangunan yang hancur akibat dieksekusi beberapa hari lalu. (HANDIYANUAR)

 

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.