1.280 Slof Rokok Ilegal Disita, 3 Pelaku Diamankan

Padang, Rakyat Sumbar —  Tiga pelaku dan 1.280 slof rokok ilegal diamankan jajaran Ditresnarkoba Polda Sumbar, di Komplek Salingka 2, Blok Anyelir nomor 16, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Kota Padang, Senin (26/2) sekira pukul 16.15 wib.

Ketiga pelaku yang diamankan berinisial  SY, 42, PS, 23 dan W, 39. Polisi masih mencari pemilik rokok berinisial B. Lokasi penggerebekan merupakan rumah kontrakan yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan.

Dirresnarkoba Polda Sumbar Kumbul KS mengatakan pihaknya mengamankan tiga pelaku diduga terlibat peredaran rokok ilegal atau tanpa cukai. Atas ulah para pelaku negara mengalami kerugian ratusan juta.

“Pelaku mengedarkan rokok tanpa cukai, bahkan ada yang rokoknya sudah kedaluwarsa. Rokok berasal dari Jawa, ada yang Sigaret Kretek Mesin dan Sigaret Kretek Tangan. Pemilik rokok masih dicari,” kata Kumbul.

Dijelaskannya, dari 1.280 slof rokok yang diamankan, terdapat lima merek diantaranya 6 karton rokok Sport sebanyak 480 slof, 3 karton rokok M. Mild sebanyak 240 slof, 6 kotak rokok JM sebanyak 120 slof, 14 kotak rokok Profile sebanyak 280 slof dan 2 karton rokok Doff sebanyak 160 slof.

“Aksi tersebut sudah beroperasi di Sumbar sekitar satu tahun. Satu bulan rata-rata tiga kali datan sebanyak 13 karton, sistem tidak saling mengenal, tukar barang di jalan. Selain tanpa cukai, rokok itu juga tidak dilengkapi tanda produksi dan juga sudah kedaluwarsa,” kata Kumbul.

Disampaikan Kumbul, setelah pengungkapan kasus rokok ilegal itu, pihaknya akan melimpahkan proses lebih lanjut ke Bea Cukai Teluk Bayur Padang yang lebih memilki wewenang terutama terkait kerugian negara.

“Karen ini, selanjutnya dilimpahkan ke Bea Cukai penyidikan lebih lanjut. Sedangkan pengakuan pelaku rokok tersebut masuk ke Padang melalui jalan darat. Pelaku terancam dijerat UU nomor 11 tahun 1995 tentang cukai sebagimana diubah dengan UU nomor 39 tahun 2007”, ungkapnya.

Kepala Pelayanan Bea Cukai Teluk Bayur Ferry Surfiyanto mengatakan atas perbuatan tiga pelaku yang mengedarkan rokok tanpa cukai negara mengalami kerugian sekitar Rp100 juta.

Rokok tersebut beredar karena dijual lebih murah.

“Ini sinergi kita bersama mencegah beredarnya rokok ilegal di Sumbar. Dari 19 kota di Sumbar hasil survei pada 2016, termasuk 3 besar peredaran rokok ilegal,  setelah kerjasama terjalin mampu menekan sehingga pada 2017 dibawah 3 besar,” kata Ferry.

Ia mengatakan peredaran rokok itu masuk ke Sumbar melalui jalur darat, sebab di jalur Laut dan Udara sudah diantisipasi.  “Pelaku dijerat UU Cukai nomor 50, 54,55 dan 56, ancaman lima tahun,” imbuhnya. (byr)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.