Emzalmi “BIROKRAT YANG VISIONER”

Padang, Rakyat Sumbar –  Ir. Emzalmi, dilahirkan di Kalumbuk, Kecamatan Kuranji Padang tanggal 28 September 1952, sebagai anak sulung dari 10 orang bersaudara. Anak sulung yang biasa memiliki watak “KOMANDAN”, serta berkarakter mengayomi dan membimbing adik-adiknya, disamping selalu berusaha menjadi contoh dan tauladan, agaknya juga menitis pada sosok Emzalmi dalam perjalanan karirnya selama di pemerintahan.
Sejak masuk PNS, is hanya saja menjadi staff. Setelah itu jabatan penting disandangnya sebagai kepala unit kerja. Mulai sebagai pelaksana Kampung Improvement Project (KIP) dari tahun 1980-1985, hingga Kepala Dinas Tata Kota Solok (1991-1994), dan Kepala Dinas Tata Kota Padang (1994-1998).
Selama di kota padang karirnya sebagai seorang birakrat makin bersinar. Jabatan sebagai Selatan II Sekda Kota Padang Di sandangnya Tahun 1998-2001. Setelah itu, ia menjabat Kepala Bappeda Kota Padang (2001-2009) dan akhirnya mengakhiri karier birokratnya sebagai Staf Ahli Walikota Padang, merangkap Sektetaris Daerah Kota Padang (2009-2012). Sukses Emzalmi, bukan hanya karena latar belakang pendidikannya sebagai ahli planologi Ramadan ITB Bandung, akan tetapi lebih didukung oleh prinsip dan motto hidupnya “SHOULD BE PERFECT”, bekerjalah “Sesempurna” mungkin. Di samping itu, selalu menyemangat dan menghargai staff, juga menjadi kiatnya dalam bekerja, karena sukses seorang pemimpin juga berkat dukungan anak buah. Malah Emzalmi memakai jurus pemukas lainnya, yaitu loyal pada atasan.
Dan Emzalmi memang menuai hasil yang luar biasa dalam karirnya dengan prinsip hidupnya tersebut. Dimana pun Emzalmi ditugaskan, ia selalu meninggalkan Catalan prestasi bagus. Di Solok, Emzalmi membuat Master Plan Kota, sistem perizinan yang kondusif, sehingga mensukseskan pembagunan Terminal Bareh Solok.Di Bukti Tinggi, ia membidani Program Pembangunan Prasarana Kota Terpadu (P3KT), yang menghantarkan Bukit Tinggi sebagai kota bebas banjir dan tata rapi.
Sementara selama bertugas di kota padang, Emzalmi merupakan inovator dan konseptor utama dari berbagai pembagunan infrastruktur di wilayah perkotaan, termasuk menyiapkan prosedur tetap (protap) dalam berbagai pengurusan perizinan.
itu sebabnya berbagai penghargaan bergensi diraihnya, seperti Pegawai Teladan Sumatra Barat (1987), Satya Lancana Karya Satya 30 tahun, Penghargaan Tokoh Nasional Untuk Suksesnya Pembangunan Nasional PJP 2, tahun 1996 (Mitra Karya Bakti Pertiwi), dan Penghargaan Nasional Abdi Setya Bakti (Pelayanan Terbaik) tahun 1997 sebagai Kepala Dinas Tata Kota Padang.
Dengan demikian, reputasi kepamongan Emzalmi ini bukan hanya terukur sebagai seorang birokrat yang mumpuni, akan tetapi karena latang belakang keilmuan dan pengalaman panjangnya dalam berbagai jabatan di beberapa daerah tersebut, menyebabkan kemampuan sosok Emzalmi semakin matang sebagai seorang BIROKRTA yang VISIONER.
Untuk kota padang, bukan hanya karena Emzalmi orang Padang, akan tetapi hampir selama seperempat abad karirnya. Ia berkecimpung dengan jabatan yang terkait lansung dengan perencanaan dan pembagunan kota padang, sehingga Emzalmi hampir tak pernah absen berada di belakang sukses walikota-walikota sebelumnya.
Nah, itu alasannya, kenapa Emzalmi ikut mencalonkan diri sebagai wakil walikota padang mendampingin tokoh PKS, Mahyeldi Anyarullah pada tahun 2014. ia berharap bahwa segala kemampuannya bisa disumbangkan untuk padang Kota Tercinta yang lebih sejahtera. Akan tetapi, posisi sebagai Wakil Walikota Padang menyebabkan Emzalmi menanggung selaksa beban. Secara politik, ternyata posisi “orang kedua” lebih tak nyaman dari pada posisi orang keti-ga atau kelima dalam pemerintahan. Posisi orang kedua ter-nyata juga penjara untuk terpasungnya ide dan gagasan untuk pembangunan kota, karena dimana pun sang Walikota selalu takut tersaingi untuk pemilihan perode berikutnya.
Itulah beban terberat Emzalmi selama menjadi Wakil Walikota Padang periode 2014-2019 ini. Dan, itu juga alasannya, kenapa Emzalmi maju sebagai calon Walikota Padang 2019-2024 ini. Emzalmi makin bersemangat, ketika Desri Ayunda seorang profesional yang juga sering memegang jabatan-jabatan strategis di industri Semen Padang mau bergabung sebagai pendampingnya, Wakil Walikota Padang. Keduanya juga putra PAPIKO. Emzalmi dari Kuranji dan Desri Ayunda dari Koto Tangah.
Salah satu ketidak-nyamanan yang dirasakan Emzalmi adalah gagasannya untuk tidak membiarkan wilayah Padang Pinggir Kota (PAPIKO) tanpa sentuhan pembangunan tak bisa diwujudkan. Wilayah PAPIKO yang memiliki sumber daya potensi di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata, mestinya juga mendapatkan perhatian. Apalagi, penduduk yang bermukim di wilayah PAPIKO juga cukup banyak, malah merupakan kantong-kantong suara yang memilihnya ketika Pilkada tahun 2013 lalu. Namum, gagasannya itu tak bergaung karena posisi hanya orang kedua.
Dalam pikiran Emzalmi, konsep pembangunan yang akan dilakukan nanti adalah pembangunan yang berimbang lintas kecamatan di wilayah kota padang. Adanya skala prioritas, tidak akan mengurangi perhatian ke wilayah lainnya. Selanjutnya, menyadari tidak ringannya mencapai visi-misi yang diusungnya. Maka penguatan kemampuan aparatur Pemko akan ditingkatkan, serta melibatkan semua komponen anak nagari. Mulai tigo tungku sajarangan, hingga akademisi, budayawan, dan dunia usaha untuk memperkuat kapasitas Pemko Padang dalam menetapkan kebijakan pembangunan Kota Padang.
Sementara dalam hatinya, Emzalmi berjanji untuk tidak mengulang pengalaman buruknya sebagai wakil walikota. Desri Ayunda tidak akan terpasung dalam bencana politik “orang kedua”, akan tetapi akan didorong untuk berkarya maksimal dalam pengabdian untuk Kota Padang Tercinta
By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.