GEBU MINANG HARUS BANGKITKAN EKONOMI MINANG

Padang, Rakyat Sumbar- Oesman Sapta Odang  dalam sambutan pelantikan sebanyak 475 pengurus DPD Gebu Minang di 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat menyatakan bahwa, Terdapat 16 juta orang Minang di dalam dan luar negeri yang bisa mewarnai kepentingan-kepentingan nasional dalam peningkatan taraf ekonomi masyarakat. Gebu Minang dahulunya dikenal dengan gerakan seribu rupiah, yang berguna untuk memajukan perekonomian di Sumatera Barat. “Pada saat ini saya berkeinginan memajukan  industri wisata yang ada di Sumatera Barat karena Sumatera Barat ditunjang dengan keindahan alamnya, dan inilah saatnya Gebu Minang memolesnya dengan tulus dan iklas, sehingga dapat meningkatkan peerkonomian masyarakat,” Ucapnya.
Selain pelantikan pengurus DPD Gebu Minang se-Sumbar juga dilakukan tiga agenda penting yang dilakukan  oleh Gebu Minang. Seperti penandatangan MoU dengan Bank Nagari, sehingga setiap anggota Gebu Minang memiliki kartu identitas diri yang dapat bertransaksi keuangan di Bank Nagari. Selain itu juga dilakukan penandatangan pembangunan gedung Gebu Minang Sumatera Barat yang rencananya dibangun di sekitar bandara Internasional Minang Kabau yang diprediksi menelan biaya 12 Milyar rupiah. Tak lupa pada malam itu dilakukan peluncuran buku “Profil Majelis Zikir Babussalam Indonesia” (PT Buana Lestari Group, Februari 2018).
 ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Boy Lestari Dt. Palindih mengatakan bahwa setelah pelantikan ini diharpkan terbentuknya DPC, ranting dan nagari disetiap kota dan kabupaten di sumatera Barat. Pelantikan ini mengukuhkan. Beberapa ketua DPD merupakan kepala daerah, seperti Muzni Zakaria (Bupati Solok Selatan), Sutan Riska (Bupati Dharmasraya), Irfendi Arbi (Bupati Limapuluh Kota), Reinier (Wakil Wali Kota Solok), dan Suhartri Bur (Wakil Bupati Padang Pariaman).
“Gebu Minang itu tak bisa di beli dan tak bisa di tawar. Dan inilah momentum untuk menjadikan Minang bisa, pembangunan gedung Gebu Minang sudah ada desain gambarnya, RAB nya juga sudah ada, tetapi uangnya yang belum ada. Kita berharap pembangunan yang menelan biaya 12 Milyar rupiah ini didapat dari sumbangan seluruh orang Minang yang ada di dunia. Jika tidak ada sumbangan dari masyarakat Minang jangan mengaku sebagai orang Minang” ucap Boy.
By admin
No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.