Telkomsel dan Kemkominfo Ajak Rakyat Sumbar Perangi Hoax

Limaumanis, Rakyat Sumbar—Selama kegiatan Hari Pers Nasional di Padang, Sumbar. Telkomsel tidak hanya memperkuat jaringan yang mampu menampung lonjakan trafik hingga 38 persen dari kondisi normal atau 17.000 pelanggan. Sisi lainnya, Telkomsel juga mengajak masyarakat atau pelanggan untuk memerangi informasi bohong (hoax).

Imbauan serta ajakan tersebut sebagai bagian membantu pemerintah memerangi derivation, serta menjaga keutuhan negara. Salah satu bentuknya dengan mengakomodir registrasi kartu provider pelanggan. Hal itu dikatakan Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah dihadapan ratusan peserta Talkshow Deteksi Hoaks Sebagai Langkah Cerdas Bermedia Sosial dalam rangkaian kegiatan HPN 2018, Rabu (7/2).

Ia menerangkan, perkembangan teknologi internet mendorong akses informasi menjadi lebih cepat dan mudah. Bahkan, kehadiran platform digital memberikan kesulitan tersendiri dalam mengawasi penyebaran hoax di internet. Maka, Telkomsel sebagai penyedia jasa layanan internet memaparkan upaya yang dilakukan untuk memerangi hoax. Memutus mata rantai itu (hoax) perlu tahapan dan berkelanjutan, karena upaya melakukannya tidak akan pernah selesai. Salah satu paling inti sebut Ririek, kembali pada diri sendiri disamping Telkomsel mendukung program pemerintah.

“Ini usaha yang terus dilakukan, sebab berdampak pada penggunaan yang tentunya akan menjadi racun yang dapat tersebar ke mana-mana,” ungkap Ririek, saat jadi pembicara talkshow dalam rangkaian HPN 2018 bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, di Universitas Andalas.

Upaya lainya, edukasi Telkomsel terhadap generasi lewat program InternetBAIK. Melalui program yang ditujukan bagi siswa hingga orang tua diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi informasi hoax. Selain itu, Ririek pun berharap insan pers juga dapat mensinergikan program antara media dan Telkomsel dalam memerangi hoax, sehingga terciptalah wajah pers Indonesia yang sehat dengan menghadirkan berita faktual bagi Masyarakat.

“Program ini menjadi upaya kita dalam meningkatkan kesadaran untuk berperilaku baik, menjauhkan diri dari berita hoax, dan lebih bijak dalam menyikapi berita di internet,” terang Ririek.

Telkomsel mengajak seluruh pelanggannya aktif melakukan registrasi baru maupun ulang untuk mendorong program pemerintah. Agar seluruh pengguna sarana telekomunikasi terdata atas nama pribadi penggunanya.

Sementara, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak masyarakat untuk benar-benar memastikan kebenaran suatu informasi, sebelum menyampaikannya kepada orang lain atau menyebarkannya kepada orang lain. Tanamkan dalam diri Tabayyun, karena hoax merupakan musuh bersama dan musuh negara.

“Kita juga di Islam kan diajari tabayyun (klarifikasi). Kalau ada apa-apa tabayyun, nomor dua tabayyun, nomor tiga tabayyun,” kata Rudiantara, yang turut mengisi kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang.

Rencana program pemerintah yang didukung layanan jasa telekomunikasi ini sudah sangat baik. Program pemerintah dengan menerapkan aturan agar masyarakat melakukan registrasi Kartu Prabayar yang dimiliki, sebagai upaya meminimalisir atau memerangi berita bohong.

“Langkah itu sebagai upaya penyelamatan, maka mari kita untuk tidak terlalu mudah percaya dengan informasi yang sifatnya menyesatkan tanpa adanya tabayyun, karena akan menjadi ghibah ketika itu tidak benar,” pungkasnya. (hrf)

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.