Zainir  dari Kepala Stasiun Hingga Kepala Humas PT. KAI Divre II Sumbar

 Padang,Rakyat Sumbar–- Zainir tidak menyangka bisa menduduki salah satu posisi Strategis di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat. Mengawali karir sebagai pegawai operasional yakni Pemimpin Perjalanan Kereta api hingga menjadi Kepala Stasiun  dan karir Zainir terus melompat hingga menduduki posisi Kepala Humas  PT.KAI Divre II Sumbar. Posisi ini merupakan jabatan karir yang berada di bawah koordinasi Vice President PT KAI Divre II Sumbar

Ia tidak menyangka bisa dipercaya menduduki posisi Kepala Humas PT.KAI Divre II Sumbar karena saat awal-awal bekerja dan melihat jenjang karir di KAI (dahulu PJKA), bayangannya hanya bisa menduduki posisi staf atau paling tinggi menjadi Kepala Stasiun.

“Saya dulu didinaskan di bagian operasi. Salah satu tugas sebagai pemimpin Perjalanan kereta api  adalah mengatur perjalan kereta api, saat itu saya berkantor di Padang panjang dan dari dulu saya  tidak bersedia menerima jabatan namun setelah saya mencapai Golongan III baru saya mau dipromosikan” cerita Zainir Alumni SMA Negeri 5 Padang angkatan  87 kepada Harian Umum Rakyat Sumbar, , Sabtu (29/12/2017).

Setelah menjadi Pemimpin perjalanan kereta Api, Zainir  berpindah posisi sebagai Kepala Stasiun Kelas III di pasar usang.Karir zainir pria kelahiran 9 Agustus 1967 ini terus bergulir bahkan Posisi Kepala Stasiun  kelas I  padang panjang  sudah di rasakannya.

Karirnya berjalan Begitu Cepat. Dan akhirnya zainir dipercaya oleh Vice President PT KAI Divre II Sumbar, Sulthon Hasanudin sebagai Kepala Humas PT.KAI divre II Sumbar “Saya juga sekarang heran, kok bisa jadi Kepala Humas PT.KAI Divre II Sumbar. Karena dulu saya menduga atau sudah mapping saya paling mentok Staf atau paling tinggi kepala Stasiun.,” terangnya.

Karir di KAI terbuka lebar untuk siapa pun dan berlaku secara konsisten. Padahal sebelumnya posisi karir di KAI diisi oleh senior dan karyawan yang memiliki kedekatan dengan pimpinan.

“Kalau nggak ada metode kepemimpinan yang eksentrik seperti Pak Sulthon Hasanudin, tidak ada perubahan. Ini bagus. Memang ada standarnya. Untuk jabatan tertentu dia mampu atau tidak. Lebih kepada kemampuan, saya setuju. Jadi detil dan jelas dalam memberi pekerjaan,” papar Zainir

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.