Berbagai Atraksi Meriahkan Festival Cap Go Meh di Padang

Wagub Sumbar : Pariwisata Menjadi Magnet Kemajuan Perekonomian Daerah
Padang, Rakyat Sumbar—Ribuan masyarakat Kota Padang terlihat antusias menikmati festival Cap Go Meh  yang dipusatkan dibawah jembatan Siti Nurbaya, di kawasan Batang Harau. Kegiatan yang merupakan puncak dari peringatan imlek 2569 dilaksanakan etnis Thiongha di Kota Padang tersebut menghadirkan berbagai atraksi menarik.
“Diharapkan festival Cap Go Meh yang dilaksanakan ini dapat mendorong meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar. Saat ini tercatat 2.500 orang wisatawan nusantara yang datang ke daerah kita ini, dengan lama tinggal 3 hari, dan berbelanja perharinya Rp 1 juta. Jika dikalkulasikan uang Rp 1,5 miliar telah berputar setiap harinya di bidang pariwisata untuk menunjang kemajuan perekonomian masyarakat,” sebut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat membuka festival Cap Go Meh, Jumat(3/2) sore.
Ia mengatakan, budaya merupakan kekuatan terbesar dalam perkembangan bangsa. Untuk itu dalam RPJM Provinsi Sumbar 2016-2021 pemerintah telah menyusun program yang difokuskan dalam pembangunan menjadikan masyarakat madani dan sejahtera.
“Perkembangan pariwisata  telah menjadi magnet untuk kemajuan perekonomian di suatu daerah. Untuk itulah daya tarik alam dan budaya menjadi yang diprioritaskan dalam mendukung kemajuan pariwisata di Sumbar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keanekaragam budaya merupakan asset pariwisata yang berharga sama dengan sumber daya alam yang dimiliki, ini juga mempunyai mamfaat ekonomi besar bagi daerah. Sebab itu diharapkan, keberagaman bukan melemahkan, tapi menjadi kekuatan dalam mempersatukan bangsa atau daerah.
“Adanya festival Cap Go Meh mengingatkan ada etnis Thiongha adalah bagian dari masyarakat di daerah ini, dan menjadikan Kota Padang  terutama kawasan ini lebih hidup. Untuk itu perlu difokuskan bagaimana dalam pengelolaan sejarah kota lama ini,” ungkapnya.
Menurutnya, kawasan Batang Harau  sangat erat kaitannya dengan Padang tempo dulu. Dimana ini merupakan kota yang banyak etnis yang tinggal disini. Diantaranya, Minang,Eropa, India, Arab, Nias, dan Thiongha.
“Kami menghimbau komitmen masyarakat, Pemko Padang agar dapat menjadikan kawasan Pondok Batang Harau menjadi kawasan heritek kota tua, dengan tetap menjaga bentuk arsitekturnya, termasuk juga dengan pembenahan lainnya dalam pengembangan pariwisata di kawasan ini,” terangnya.
Ia mengungkapkan, Pemprov Sumbar melalui dinas pariwisata Sumbar akan siap bekerjasama dengan Pemko Padang untuk mempertahankan budaya yang ada di Kota Padang. Tidak hanya festival Cap Go Meh yang dilaksanakan etnis Thiongha, tapi juga kebudayaan lainnya sebagai pendorong kemajuan pariwisata.
Sementara itu, Ketua festival Cap Go Meh di kota Padang mengatakan festival serupa juga dilaksanakan semua etnis Thiongha. Kegiatan festival cap go meh diharapkan dapat menjadi bahagian dari agenda pariwisata rutin Pemko Padang, sebab ada banyak mamfaatnya dalam mendorong kemajuan di bidang pariwisata.
“Festival Cap Go Meh yang dilaksanakan pada peringatan Imlek 2569 ini ada banyak atraksi dihadirkan. Diantaranya atraksi naga liong, pawai kuda api, atraksi wushu, pentas singa peking, atraksi barongsai, pawai sepasan, marching band dan arak arakan. Jika di total panjangnya mencapai 1 kilometer,” ujarnya.
Ia menyebutkan, suksesnya penyelenggaraan festival ini tak lepas dari kerjasama banyak pihak, persatuan, perkumpulan, pemerintah, swasta, agama dan ras untuk memperlihatkan jika nilai kebhinekaan sangat kuat di kota Padang. (mul)
By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.