JNE Tetapkan Sistem Satu Harga di Sumbar

 

Kepala Cabang Utama JNE Padang, Yusran, mengutarakan, mulai April, pihaknya menetapkan sistem satu harga untuk pengiriman di dalam Sumba

Padang, Rakyat Sumbar–PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)menetapkan sistem satu harga di Sumbar mulai April tahun ini. Perusahaan jasa pengiriman itu menerapkan sistem ini untuk memudahkan masyarakat mengingat harga pengiriman.

Kepala Cabang Utama JNE Padang, Yusran, mengutarakan, mulai April, pihaknya menetapkan sistem satu harga untuk pengiriman di dalam Sumbar, antar daerah dan antar kecamatan. Untuk pengiriman antardaerah sebesar Rp11 ribu per resi per kilogram (kg), sedangkan harga antarkecamatan dalam satu daerah sebesar Rp6 ribu per resi per kg.

“Selama ini, pelanggan agak sulit mengingat harga pengiriman melalui JNE karena harganya beragam, sesuai dengan jarak. Makin jauh makin mahal, makin dekat makin murah,”ujar Yusran di Kantor Cabang Utama JNE Padang, Jalan Nipah Nomor 42C, Rabu (14/3).

Ia menyebutkan, sebelumnya harga pengiriman antardaerah ditetapkan sebesar Rp12 ribu hingga Rp19 ribu perkilogramnya, sedangkan antarkecamatan dalam satu daerah sekitar Rp10 ribu perkilogramnya dan tergantung jarak.

“Dengan adanya sistem satu harga, masyarakat akan mudah mengingat harga pengiriman melalui JNE sehingga tidak perlu repot mengecek harga pengiriman berdasarkan jarak,” sebutnya.

Yusran mengatakan, JNE bisa menerapkan sistem satu harga di Sumbar karena sudah memiliki jaringan yang kuat di provinsi ini. Dengan begitu JNE bisa memangkas harga dan memastikan paket kiriman sampai ke tangan penerima dengan cepat dan JNE mengedepankan sumber daya manusia sekaligus teknologi sebagai bagian dari pengembangan.

“JNE punya mesin X-Ray, GPS, hingga alat komunikasi satelit serta memiliki Kehandalan. Komitmen JNE ini terbukti dengan berbagai bentuk penghargaan yang diraih, serta telah sertifikasi ISO 9001:2008 atas sistem manajemen mutu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini, JNE memiliki 18 kantor cabang di Sumbar. Satu daerah bisa memiliki satu kantor cabang, misalnya satu kantor cabang untuk Kota Solok, dan satu kantor cabang untuk Kabupaten Solok di Alahan Panjang. Untuk satu kantor cabang untuk dua daerah, misalnya satu kantor cabang di Limapuluh Kota dan Payakumbuh.

“Kami juga ada dua kantor cabang dalam satu daerah, misalnya dua kantor cabang di Mentawai,di Siberut dan Sipora. Dua kantor cabang di Pasaman Barat, yakninya di Simpang Ampek dan Ujuang Gadiang. Dua kantor cabang dibuat di satu daerah agar konsumen terlayani dengan baik dan kurir tidak sulit mengantar kiriman,” tuturnya.

Selain kantor cabang, kata Yusran, JNE memiliki kantor perwakilan, yang jumlahnya 5 kantor di Padang. Ia menerangkan, perbedaannya, kantor cabang merupakan mitra JNE, sedangkan kantor perwakilan adalah milik JNE.

“Perbedaan lainnya, kantor perwakilan hanya menerima barang yang akan dikirim dari Sumbar ke luar daerah, tetapi tidak menerima kiriman dari luar daerah ke Sumbar. Selain itu, JNE memiliki 200 agen di Sumbar, 48 agen di antaranya di Padang,” jelasnya.

Mengenai armada di Sumbar, Yusran mengatakan, JNE mempunyai 28 mobil dan 68 motor di Padang, serta 18 mobil dan 70 motor di luar Padang. JNE melayani kiriman paket dan dokumen peka waktu tujuan dalam negeri melalui lebih dari 1,500 titik layanan eksklusif dari penjemputan hingga pengantaran yang tersebar di seluruh Indonesia. Layanan ini memanfaatkan moda transportasi tercepat yang tersedia dan melayani beragam jenis layanan sesuai kebutuhan pelanggan.

“Dengan kuatnya jaringan, yakni adanya kantor perwakilan, kantor cabang, dan agen, yang didukung oleh armada, JNE bisa menerapkan sistem satu harga di Sumbar, yang tujuan utamanya bukan untuk tujuan komersial, melainkan untuk meningkatkan pelayanan terhadap konsumen,” pungkasnya. (wan)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.