Dokter Rahyussalim,Sp.OT(K) Bukan Sekadar Dokter

Dokter Rahyussalim,Sp.OT(K)

Berbagi Motivasi di SMA Negeri 3 Padang

Padang, Rakyat  Sumbar – Cita-citanya sejak kecil ingin menjadi dokter, ingin melayani dan menolong orang sakit untuk sembuh kembali serta memperoleh kualitas hidup yang lebih baik. Mimpi masa kecil itu pun menjadi kenyataan. Ia menyandang gelar dokter dari FKUI tahun 1996 dan menjadi Pakar Orthopedi dan TraumatologiRumah Sakit Cipto Mangunkusumo – Kencana di Menteng, Jakarta Pusat.

“Bagi saya, profesi dokter itu sangat mulia dan dekat dengan kabaikan karena seorang dokter dapat menolong dan membantu orang sakit untuk sembuh kembali serta memperoleh kualitas hidup yang lebih baik,” kata Dr.dr.Rahyussalim,Sp.OT(K) mengawali pembicaraan saat berkunjung ke Almamaternya SMA Negeri 3 Padang beberapa waktu yang lalu.

Ia menghadiri undangan kepala  Sekolah SMA Negeri 3 Padang untuk sharing pengalaman dengan siswa siswi SMA Negeri 3 Padang, dan Dr.dr.Rahyussalim adalah salah satu perantau asal padang yang sangat peduli dengan kampung halamannya, dan ke SMA 3 Padang yang menjadi sekolah tempat ia dulu pernah menimpa ilmu pendidikan.

Dr.dr.Rahyussalim,  lahir di Padang, 5 Juni 1971 merupakan anak kelima dari delapan bersaudara. Alumni SMA Negeri 3 Padang angakatan 89 ini, mengaku sejak kecil dia dan adik-adiknya dididik sangat disiplin dan ketat dalam keagamaan oleh kedua orang tuanya. Penerapan kedisiplinan yang ketat itulah, diakuinya yang membuatnya bisa sukses.

“Bahkan, kami diajarkan harus makan bersama dalam satu meja, baik itu pagi, siang, dan malam, berdoa sebelum makan dan setelah makan berdoa kembali,” ujar Dr.dr.Rahyussalim mengenang masa kecilnya.

Sosok Dr.dr.Rahyussalim,Sp.OT(K) yang sehari-hari praktek di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo-Kencana di Menteng, Jakarta Pusat, memang nama yang tak asing lagi. Selain wajahnya yang ganteng, ia terkenal sebagai dokter spesialis bedah Orthopedi dan Traumatologi.

Tidak heran kalau ayah dari 3 anak ini lebih banyak menghabiskan waktu di tempat praktek. Kegigihan Rahyussalim dalam menimba ilmu dibuktikan dengan  menciptakan Subroto Angle Acid (SAA) sebuah aplikasi yang dapat digunakan  untuk mengukur sudut kelengkungan skoliosis.

Nama tersebut diambil untuk mengenang salah satu guru besar orthopedi di FKUI RSCM yakitu Profesor Subroto Supardan, aplikasi tersebut telah diriliis  versi android serta IOS nya dan berhasil menempati peringkat 23 pada pemilihan 108 inovasi Indonesia 2016 dan saat ini rahyusalim disibukan dengan pengembangan teknik operasi tulang belakang, skafold, implant dan instrument pendukung pada operasi tulang belakang dengan metode Minimal Invasive.

Selain itu Rahyussalim juga sedang giat mempelajari meneliti potensi sel panca bagi penderita kelumpuhan akibat cedera syaraf tulang belakang dan defek tulang belakang dan rahyussalim di dalam lingkungan struktur FKUI RSCM pernah menjabat sebagai kordinator pelayanan masyarakat departemen medic dan traumatologi serta ketua panitia Rekam Medis RSCM.

Ia  bisa dikatakan sebagai salah satu ahli Orthopedi dan Traumatologi di Indonesia. Dimulai sejak tahun 2008, sudah tidak terhitung banyaknya pasien yang mendapat pertolongan Doktor lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini tahun 2013 dengan predikat cumlaude.

Dr.dr.Rahyussalim,Sp.OT(K)  merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Indonesia. Adapun layanan kesehatan yang diberikan oleh dr. Rahyussalim adalah Check Up Kesehatan, Konsultasi Kesehatan, dan Pemeriksaan Fisik.

Saat ditanya apa sebenarnya kunci keberhasilannya, Dr.dr. Rahyussalim,Sp.OT(K)  mengaku bahwa semua yang ia dapatkan adalah karena doa dan kedekatan dengan Tuhan. Bagi dia, tidak ada yang lebih besar di dunia ini daripada kekuatan Tuhan. Sebab itu, ia selalu menjaga hubungan kepada Tuhan.

“Kekuatan doa itu sangat besar. Selain itu, saya pekerja keras dan tidak pernah berhenti memulai sesuatu yang baru bahkan kadang penuh tantangan. Kadang tantangan itu yang membuat saya termotivasi menaklukkannya,” katanya yang mengaku memiliki moto hidup “Jangan pernah berhenti untuk mencoba, walau berkali-kali gagal. Karena kalau kita tidak mencoba dan gagal, bagaimana kita tau untuk memperbaikinya”.

Ia mengatakan jika kita memulai sesuatu, jangan pernah berhenti di tengah jalan, harus kita selesaikan, walau akhirnya tidak sesuai dengan harapan. Sebab banyak orang gagal karena sering menyerah di tengah jalan atau hanya berandai-andai di awal, tetapi tidak berbuat.

“Kita juga harus bisa gigih untuk melakukan suatu perubahan yang kadang banyak ditentang orang. Itulah yang membuat kita jadi tampil berbeda. Kenapa harus takut kalau semua itu untuk suatu yang benar. Saya percaya, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita jika yang kita kerjakan adalah  adalah kehendak-Nya,” ujarnya. (wan)

Dokter Rahyussalim,Sp.OT(K) saat berbagai motivasi kepada ratusan siswa SMA 3 Padang

 

 

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.