Minangkabau World Foundation Pacu Percepatan Sertifikat halal di Sumatera Barat

BERSAMA – Dewan Pembina Yayasan Minangkabau World Foundation(MWF), Sukri Bey dan pengurus lainnya bersama Wakil GubernurSumatera Barat, Nasrul Abit usai diskusi di ruang rapat lantaiII, Kantor Gubernur Sumb
Padang, Rakyat Sumbar– Puluhan ribu industri makanan di Sumatera Barat belum mengantongisertifikat halal. Dari data diperoleh dari 17 ribu industrimakanan, baru 250 yang mengantongi sertifikat halal. Penyebabnya,kesulitan embiayaan hingga proses pengurusannya.
Itu terpapar dalam diskusi Pengurus Yayasan Minangkabau WorldFoundation (MWF) yang di hadiri langsung oleh Ketua umum Minangkabau World Foundation (MWF), Revri Aroes, Tundra Meliala Sutan Diateh Sekjen MWF dan juga Alumnus Lemhannas RI PPRA 51, Ketua Dewan Pembina MWF, Sukri Bey, yang didampingi oleh  Wakil Ketua Dewan PembinaBudi Mitrasyah  dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama WakilGubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit berserta jajaran SKPD diruang rapat lantai II, Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (3/4).
Mendengar penjelasan tersebut, Pengurus MWF merasa terpacu membantu percepatan proses sertifikat halal. “Program tersebut sudah masuk skala prioritas kami. Yakni percepatan pembangunan ekonomi umat melalui pelaksanaan halal industri,” jelas Dewan PembinaMWF, Sukri Bey didampingi 23 orang pengurus lainnya.
Konsepnya, MWF sebagai akselator, bekerjasama dengan MajelisUlama Indonesia dan Pemerintah Daerah. “Kami memberikan pemikiranagar industri makanan di daerah ini bisa mengantongi sertifikathalal,” tegasnya.
Langkah awalnya, katanya dimulai dari lingkungan Pemprov sendiriagar menerima pasokan makanan yang sudah mengantongi sertifikathalal. Tujuannya, supaya industri makanan lainnya tertarik untukmengurusnya. “Jikalau ada kendala dalam materi, kami siap membantu,” tegasnya.
Semua itu disiapkannya, karena Sumatera Barat sudah mendapatkanpenghargaan destinasi halal tingkat dunia. Sungguh disayangkan,jika industri makanan di daerah ini belum mengantongi sertifikathalal.
Padahal, katanya, banyak efek positifnya, apabila industri makanan sudah mengantongi sertifikat halal tersebut. Makanan higenies dan bisa diekspor ke negara yang sudah mencanangkan industry halal di dunia. Seperti di Malaysia, London, Thailand, Korea,Jepang dan Brunei Darussalam. Semua itu akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Artinya, semua industri makanan harus mengantongi sertifikat halal,” tegasnya.
Pada kesempatan itu ia juga memberikan usulan kepada pemerintah agar menyiapkan ruangan untuk manajemen bekerja dan mengimbau masyarakat percepatan ekonomi umat melalui pergub ataupun imbauan gubernur dan data-data terkait industri pariwisata serta sosiali sasi sertifikasi halal.
“Untuk kantor itu, kami akan mengikuti sesuai dengan aturan yang berlaku. Bisa di sewa ataupun digratiskan. Jangan sampai menimbulkan masalah baru. Sebab, kita saling bersinergi agar percerpatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Disamping itu, MWF juga sudah menyiapkan aplikasi digital management ekonomi. “Aplikasi yang kami bangun dengan tenaga ahli dibidangnya. Kedepan aplikasi dan segala peralatannya akan kami serahkan kepada pemerintah supaya masyarakat bisa dengan mudah mencek tentang industri makanan yang sudah mengantongi sertifikat halal lengkap dengan alamat ataupun informasi lainnya,” tuturnya.
Diskusi dan masukan pemikiran dari orang-orang hebat yang tergabung dalam Yayasan Minangkabau World Foundation (MWF) tersebut disambut hangat Wakil Gubenur, Nasrul Abit yang didampingi kepala Dinas masing-masing SKPD.
“Kami akan segera mendata dan mengirim surat ke kabupaten kota mendata UMKM ataupun IKM yang belum mengantongi sertifikat halal,” tegasnya.
Ia mengakui jikalau permintaan pasar akan makanan khas ranah minang ini meningkat. Sayangnya, itu belum bisa karena masih terkendala banyak persoalan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.